Altar Kuno HKY

Altar Kuno HKY

HKY

IIB22- hky-tabernakel awal -reduced

“ALTAR KUNO” GEREJA HATI KUDUS YESUS, SURABAYA

 

 

 

ALTAR KUNO

 

Yang dimaksud “Altar kuno” ialah Altar yang ada di dalam Gereja Katolik sebelum Konsili Vatikan II.  Sebelum KV II, imam mengorbankan Ekaristi dengan cara menghadap ke altar dan membelakangi umat. Mengapa demikian? Teologi Ekaristi merujuk kepada teologi misteri suci, penjelmaan Tuhan dalam rupa roti dan anggur, korban Kristus di Salib. Misteri ini demikian suci sehingga seolah-olah “tersembunyi” dari pandangan mata umat. Di Gereja Ortodoks, Misteri Ekaristi malahan berada di ruang kudus, dimana yang boleh masuk hanya imam.

 

Gereja Hati Kudus Yesus, Surabaya dibangun setelah Gereja Kelahiran Santa Perawan Maria, Kepanjen. Tetapi, tahun 1924, Gereja ini konon baru beberapa tahun saja selesai, sudah dikabarkan rusak berat dan harus dipugar. Dan, inilah salah satu wujud bentuk altar kunonya, khas dan sangat indah.  Berbentuk gotik dan kompleks dalam ukir-ukiran yang penuh simbol.

 

WARNA

 

Warna dasar hitam dengan ukir-ukiran yang sangat indah dan kompleks di pinggir dan di setiap ruasnya. Ukir-ukirannya khas bunga-bunga yang berkelok-kelok. Bunga-bunga juga diukir dengan warna putih atau warna emas.

 

BENTUK

 

Meja altar sepanjang dua hingga tiga meter. Ketinggiannya antara 2.5 hingga 3 meter. Di atas altar terdapat tiga ruas yang agung. Ruas tengah merupakan tabernakel. Dua ruas yang mengapit diukir sebuah gambar berbentuk segi tiga (gambaran TRITUNGGAL MAHAKUDUS), gambar-gambar yang menyerupai pohon ANGGUR yang menjulur (Kristus, Pokok Anggur). Dipasang pula tiga lilin kecil tinggi di sebelah kiri tabernakel dan tiga lilin kecil di sebelah kanan.

 

Di bagian bawah terdapat tiga ruas, yang masing-masing memiliki lukisan ukir-ukiran yang sama. Yaitu, pohon anggur yang menjulur dengan membentuk  “segi tiga” dengan hiasan bulatan yang indah di masing-masing sudutnya. Pelukisan ini hendak menggambarkan TRITUNGGAL MAHAKUDUS dan POHON KEHIDUPAN yang digambar menyerupai salib.

 

Di atasnya lagi terdapat tiga ruas. Ruas tengah, di atas tabernakel, adalah Salib yang agung dengan pinggir salib berwarna keemasan dan korpus yang tampak, karena di bagian atas korpus terdapat latar belakang emas. Dua ruas yang mengapit adalah lukisan-lukisan, PERJAMUAN MAKAN YESUS DAN DUA MURID EMAUS (kanan dari salib) dan ABRAHAM MENGORBANKAN ISAAC DAN MALAIKAT (kiri salib).

 

Di atas Salib terdapat kubah kecil dengan bagian paling atas Salib tanpa corpus.  Mengapa kubah kecil? Tentu saja ini merupakan replika dari “kubah” menara dari Gereja Hati Kudus Yesus di depan Gereja. Di bawah salib (di badan kubah) terdapat lukisan bunga bulat seperti “bunga mawar” (atau hosti) yang bercabang tiga. Mungkin sekali, lukisan “bunga mawar bercabang tiga” tersebut menggambarkan Tritunggal Mahakudus.

 

TULISAN

 

Terdapat dua tulisan besar. Di pinggir altar dan di atas altar: LAUDETUR JESUS CHRISTUS IN AETERNUM dan COR JESU MISERERE NOBIS. Terpujilah Yesus Kristus Selama-lamanya dan Hati Yesus Kasihanilah Kami.

 

LUKISAN

 

Terdapat dua lukisan pahatan yang amat jelas, yang terletak di sebelah kiri dan kanan salib.  Lukisan yang pertama adalah PERJAMUAN MAKAN YESUS BERSAMA DUA MURID DI EMAUS. Dalam lukisan tersebut digambarkan mereka dilayani oleh dua pelayan. Lukisan atau lebih tepat pahatan nampak elegan dan rapi. Kedua murid menampilkan sikap keheranan dan wajah yang terbelalak, sementara Yesus nampak memberkati atau berdoa mengucap syukur atas makanan dengan satu tangan terangkat setinggi dada. Dalam Injil kita tahu perjamuan dengan kedua murid Emmaus menjadi pengalaman para murid bahwa Yesus telah bangkit dari mati, dan bahwa Ekaristi telah membuka mata kedua murid akan kebenaran kebangkitan yang menyelamatkan.

 

Lukisan pahatan kedua: ABRAHAM MEMPERSEMBAHKAN ISAAK DAN MALAIKAT. Pahatan memiliki warna dasar yang serupa dengan lukisan di sampingnya. Tangan kiri Abraham sedang memegang kepala Isaak anaknya, tangan kanan sedang memegang pisau. Wajah Abraham sedang berhadapan dengan Malaikat yang nampak melarang Abraham melanjutkan tindakannya. Sementara di semak terdapat seekor anak domba. Sebuah lukisan khas mengenai korban Perjanjian Lama.

 

Dua gambar di atas melukiskan keindahan sekaligus kebenaran. Altar Hati Kudus Yesus – dengan gambar itu – hendak melukiskan apa yang dikerjakan dan dihadirkan oleh imam di atas altar. Apa itu? Korban. Tetapi, tidak lagi korban PERJANJIAN LAMA seperti Abraham, melainkan korban Ekaristi, korban salib, korban perjamuan YESUS DENGAN DUA MURID DI EMAUS, korban PERJANJIAN BARU. Sungguh Indah.

By Armada Riyanto CM

Gunung Kelud 1951: The Aftermath

Gunung Kelud 1951: The Aftermath

Inilah rekaman para misionaris, Romo Jan Wolters CM dan Romo van Goethem CM, mengenai letusan gunung Kelud tahun 1951 (31 Agustus, tanggal yang tercantum di balik foto-foto). Foto-foto diambil dari desa Bambingan, Sugihwaras dan Rotorejo (the Aftermath). Foto-foto tersimpan dengan baik sekali dan sangat jelas.

Segala yang berkaitan dengan kutipan dan penerbitan ulang dari foto-foto ini harus mencantumkan sumbernya. Copyright: museummisi.org  (Armada Riyanto CM)

 

KELUD_0003 copygoethem n wolters di kebun kopi argomulyo kelud meletus copy

Romo van Goethem CM (duduk) dan Romo Jan Wolters CM. Di desa Bambingan, Sugihwaras, gunung Kelud.

 

Blitar terkena lahar 1952 copy

Di sebuah wilayah di Blitar yang terkena letusan gunung Kelud 1951.

 

Kali badak copy

Kali Badak, gunung Kelud 1951.

 

KELUD_0001 copy

Di Gunung Kelud 1951, Romo van Goethem CM duduk paling belakang kiri (paling tinggi).

 

KELUD_0014 copy

Romo Jan wolters CM dan Romo van Goethem CM (depan) di Bambingan, Gunung Kelud 1951

 

Rotorejo 9 okt 1951 copyKELUD_0021 copy

Wolters di Margomulyo kebun kopi saat g kelud meletus 31 agustus 51 copy

Romo Jan Wolters CM, gunung Kelud 1951.

 

KELUD_0002 copyKELUD_0015 copy